Koridor menuju sel utama memanjang seperti tenggorokan beton yang menelan siapa pun yang masuk ke dalamnya. Lampu-lampu putih pucat berderet di langit-langit rendah, memantulkan bayangan dingin di lantai logam. Setiap langkah menggema bunyi sepatu, rantai borgol, dan napas yang ditahan.Seraphine berjalan di tengah, diapit dua pengawal. Borgol barunya mengikat pergelangan tangan ke depan, besi tebal dengan pengunci magnetik ganda. Wajahnya tenang, terlalu tenang, seolah kekacauan barusan hanya gangguan kecil. Namun di balik ketenangan itu, otaknya bekerja cepat, menilai jarak, menghitung waktu, mencari celah yang mungkin masih tersisa. Tapi sepertinya tidak ada celah lagi. Lorong ini dirancang untuk satu tujuan, yaitu memutus harapan para tawanan.Di belakang rombongan, langkah cepat menyusul. Mikhail mengikuti dengan wajah pucat, rahangnya tegang, mata tidak lepas dari punggung Seraphine. Ia bukan pengawal resmi di koridor ini, tapi perintah Drazhan membuatnya ikut mengawal dan meng
Última actualización : 2026-02-10 Leer más