Pemberontakan Kayra membuat suasana di koridor kantor polisi semakin menegang. Beberapa petugas penyidik yang menyaksikan hanya bisa saling lempar pandang, enggan ikut campur dalam badai domestik keluarga itu. Aldean tidak melepaskan cengkeramannya dari kedua pergelangan tangan Kayra. Alih-alih melunak oleh tangisan anaknya, tatapan Aldean justru semakin dingin, memancarkan kilat ketegasan yang tidak bisa diganggu gugat. “Evan,” panggil Aldean, suaranya teramat tenang, namun justru ketenangan itulah yang paling mengerikan dari seorang Aldean Devantara. “Ya, Tuan?” Evan segera mendekat, memasang badan. “Bawa Kayra ke mobil. Pastikan central lock-nya aktif begitu dia masuk,” perintah Aldean tanpa mengalihkan pandangannya dari Kayra. “Baik, Tuan.” Evan membungkuk hormat, lalu bergegas mendekati Kayra untuk mengantarnya ke mobil. Menyadari dirinya akan dipaksa pergi, Kayra semakin kalap. Ia menyentakkan tubuhnya ke belakang dengan sekuat tenaga, berusaha melepaskan diri sebe
最後更新 : 2026-05-17 閱讀更多