“Ayo, Celine... katakan. Sebut satu panggilan yang pantas untuk pria yang sudah resmi jadi suamimu ini,” desak Aldean. Nada suaranya masih tetap sama, serak-serak seksi yang memabukkan.Tubuh Celine meremang hebat. Jantungnya berdegup semakin ekstrem, seolah ingin melompat keluar dari rongga dadanya. Hingga akhirnya, Celine memutuskan menyerah kalah pada dominasi suaminya.Dengan gerakan perlahan yang sengaja dibuat lambat, Celine melingkarkan kedua lengan mungilnya di leher kokoh Aldean, menarik pria itu sedikit menunduk hingga jarak di antara wajah mereka benar-benar terkikis habis.“Memangnya Om minta dipanggil apa? Honey kayak kemarin?”Aldean menggeleng tegas, menatap lurus ke dalam manik mata Celine. “Nggak mau... kali ini, aku mau yang lain.”Celine terdiam sejenak, mengkerutkan hidungnya samar. “Mmm... apa, ya?”Ia berpikir beberapa saat, memutar otak mencari panggilan yang paling pas untuk menjinakkan pria di atasnya ini, hingga akhirnya ia menemukan satu sebutan yang c
Last Updated : 2026-05-26 Read more