Olivia terbangun perlahan, bukan oleh suara atau cahaya, melainkan oleh sensasi lembut yang menyusup di sela tidurnya. Hembusan napas hangat menyentuh kulit, disusul kecupan ringan di pundaknya yang terbuka. Ia meremang, jari-jarinya refleks mencengkeram seprai.“Eungh…” lenguhnya lirih, kelopak matanya bergetar.Ia membuka mata pelan dan mendapati Adrian sedang mencium lembut pundaknya yang terbuka. Tatapannya hangat, bibirnya masih menyisakan senyum kecil seolah ia baru saja melakukan sesuatu yang sangat ia nikmati.Tatapan mereka bertemu, "Apa aku membangunkanmu?"“Iya, Mas.”Adrian tertawa pelan. “Maaf … aku nggak bisa menahan diri.”Tangannya melingkar di pinggang Olivia, menarik tubuh itu lebih dekat ke dadanya. Pelukan Adrian terasa kokoh, menenangkan, membuat Olivia kembali ingin menutup mata.“Ciuman kamu bikin aku kegelian, Mas,” gumamnya, wajahnya bersandar di dada Adrian.“Tidur lagi,” bisik Adrian sambil mengusap rambut Olivia dengan gerakan yang sabar, nyaris protektif.
Terakhir Diperbarui : 2026-01-01 Baca selengkapnya