"Anda terlalu melebih-lebihkan, bukankah kita para pendeta hanya perlu berdoa dengan khusyuk dan ikhlas? Saya hanya manusia biasa seperti anda juga pendeta." jelas Nin meninggalkan tempat itu, Raphael menatap pemuda itu dengan tatapan penuh arti sampai akhirnya mengikuti dari belakang.Kuil yang Nin tempati selalu buka setiap hari. Kadang penuh dengan anak-anak, orang dewasa, orang tua yang sudah berumur dan beberapa bangsawan. Sedangkan Nin merupakan orang yang cukup terkenal di area itu pada masa itu. Namun tidak ada yang pernah tahu tragedi akan datang dengan sangat tiba-tiba. Kadang saat orang itu bahagia, tragedi datang seperti sebuah kejutan yang mengerikan.***Aula diskusi : Kerajaan OtonianTatapan gelap dari para bangsawan telah memenuhi ruangan, Vanressan dengan langkahnya yang gagah dan percaya diri memasuki ruangan dengan tenang. "Saya Vanressan Magnus, telah kembali." cetusnya, menempelkan kepalan tangan kanan di dada kirinya. Pria itu menatap ke arah sang raja tanpa
Last Updated : 2025-12-15 Read more