"Angkat kepalamu." ungkapan kaisar terdengar berat, setiap kata yang keluar menyatakan keyakinan dan tujuan yang jelas tanpa memberikan ruang bantahan. Apa aku sekarang gemetar? Cassian mengepalkan tangan, menaikkan pandangannya tepat ke arah kaisar. Figur itu tampak gagah, berdiri tanpa ragu. "Cassian, benar?" tanya pria paruh baya itu, seakan memberi komando pada sebuah perang. "Ya, yang mulia." jawab Cassian dengan tangan menggantung di udara. "Cassandra. Kamu sepertinya tidak becus mengurus seorang anak." bibir tipisnya berujar, matanya lancip memandang. Cassandra menumpukan kedua tangan dan berlutut dengan gemetar. Dari sana, Cassian mengerling kaisar dengan tajam, melangkah memperisai ibunya. "Cassian!" Cassandra memanggil putranya dengan isak tangis, ekhawatiran dan takut akan menyinggung sosok di hadapan mereka. "Jangan bicara seenaknya pada ibuku!" cetus Cassian, rahangnya mengatup kuat. Kaisar menyipitkan matanya. Ia mengamati pemuda itu dari atas hingga baw
Last Updated : 2025-10-15 Read more