Aku menatap pelayan baru itu lalu tersenyum kecil."Biar aku sendiri. Aku mau bikin makan siang buat bapak."Pelayan itu langsung mengangguk hormat."Baik, Bu. Saya siap kalau dibutuhkan."Aku membuka kulkas lalu mulai mengeluarkan beberapa bahan makanan sendiri. Sudah lama rasanya aku tidak memasak khusus untuk Andreas.Padahal dulu, di awal pernikahan kami, aku sering diam-diam belajar memasak hanya karena ingin melihat reaksinya saat makan buatanku. Aku mulai memotong sayuran perlahan. Suara pisau dan talenan memenuhi dapur yang tenang. Hari ini aku membuat beberapa menu favorit Andreas. Sup hangat dengan kaldu sapi yang gurih. Ayam lada hitam. Dan salmon panggang dengan saus lemon butter yang ringan. Sesekali aroma masakan memenuhi dapur sampai beberapa pelayan diam-diam melirik kagum ke arahku.Aku juga membuat dessert sederhana kesukaan Andreas. Pudding caramel lembut.Setelah semuanya selesai, aku memasukkan makanan ke dalam lunch box premium berlapis kayu elegan. Aku memandan
Read more