Aaron menatap mata Sherry, bola mata hitamnya berkilat penuh kegelapan yang menggairahkan. Ia menyatukan jemari mereka, menekannya ke atas bantal seolah mengunci Sherry agar tidak bisa lari ke mana pun. "Kamu pikir kamu bisa menangani semua yang bisa kuberikan kalau aku sudah menggila, Sayang?" desis Aaron di bibir Sherry, bibir mereka hampir bersentuhan. "Karena malam ini, aku tidak akan membiarkanmu beristirahat, Sayang," gumam Aaron sebelum kembali membungkam bibir Sherry dengan ciuman yang lebih dalam dan penuh lapar. "Buktikan," bisik Sherry penuh tantangan di sela ciuman itu, matanya setengah terbuka menatap Aaron dengan api yang sama membara. "Buktikan ucapanmu itu, Aaron." Aaron tersenyum tipis, senyum yang membuat perut Sherry berkerut aneh. "Kamu menantangku, Istriku?" "Kamu kan yang memulai," jawab Sherry, tangannya merayap ke dada Aaron, kukunya melintir lembut di kulit keras pria itu. "Jadi, jangan hanya bicara." Napas Aaron memburu. Ia membalikkan tubuh Sherry den
Baca selengkapnya