"Bukan menantang," jawab Sherry sambil mengerling manja. "Tapi, memberi tahu apa yang harus kamu lakukan," lanjutnya, membuat Aaron tersenyum tipis, senyum yang nakal sekaligus mematikan. "Baiklah, itu yang kamu inginkan, bukan?" Aaron lantas menarik bahu gaun itu hingga merosot ke lantai, menyisakan Sherry dalam balutan pakaian dalam yang minimalis. Aaron menelan ludah, matanya menggelap melihat pemandangan indah di depannya. "Kamu indah sekali, Sherry. Luar biasa indah." Tanpa menunggu lebih lama, Aaron meraup bibir Sherry dalam sebuah ciuman yang jauh lebih menuntut dari sebelumnya. Lidahnya menyapu dengan dominasi yang jelas, mengklaim setiap jengkal napas Sherry. Sherry membalasnya dengan sama rakusnya, menarik kerah kemeja Aaron hingga kancingnya terlepas. Aaron mengangkat Sherry kembali, kali ini membaringkannya di tengah ranjang yang empuk. Ia segera menindihnya, menyangga tubuhnya dengan kedua tangan sementara matanya mengunci pandangan Sherry. "Malam ini, hanya
Mehr lesen