"Aku akan di sini, Sherry. Sampai kamu terlelap, sampai matahari terbit, dan sampai ribuan pagi setelahnya, Sayangku," bisik Aaron pelan, memastikan suaranya menjadi hal terakhir yang menyentuh pendengaran istrinya sebelum alam bawah sadar mengambil alih. "Janji?" gumam Sherry setengah sadar, matanya sudah terpejam rapat. "Janji hidupku," jawab Aaron lembut, membuat Sherry tersenyum dengan wajah bahagia. Tangan Aaron yang kekar bergerak dengan ritme yang luar biasa tenang, membelai helaian rambut Sherry yang tersebar di atas bantal. Jemarinya yang biasanya memegang kendali penuh atas bisnis jutaan dolar, kini hanya fokus pada satu hal, memberikan kenyamanan mutlak bagi wanita di pelukannya. Pria itu merasakan jemari mungil Sherry yang masih bertautan erat dengan tangannya, sebuah genggaman yang protektif, seolah Sherry sedang memegang kompas kehidupannya agar tidak tersesat lagi. "Tidur yang nyenyak, Sayang," gumam Aaron lagi. "Kamu... tidak akan pergi kan?" bisik Sherry
Ler mais