Pagi itu di St. Jude International School, suasana yang biasanya tenang dan tertib mendadak pecah oleh keributan di area kantin.Seorang bocah laki-laki bertubuh bongsor, putra dari salah satu menteri berpengaruh, tersungkur di lantai sambil memegangi hidungnya yang mulai mengeluarkan darah.Di depannya, Bianca Deveroux berdiri dengan napas memburu, kepalan tangannya masih mengeras, dan tatapannya sedingin es.“Katakan sekali lagi,” tantang Bianca dengan nada suara yang rendah namun penuh ancaman.“Katakan sekali lagi kalau Paman Noah itu robot kaku yang tidak punya perasaan, maka aku akan memastikan gigi depanmu menyusul hidungmu.”Noah, yang berdiri beberapa langkah di belakang Bianca, hanya mematung. Wajahnya tetap datar, namun matanya membelalak tak percaya.Dia baru saja dihina oleh sekelompok murid kelas atas karena gaya bicaranya yang terlalu formal, namun sebelum dia sempat membalas dengan kata-kata logisnya, Bianca sudah melesat seperti peluru dan mendaratkan tinju mentah di
Last Updated : 2026-02-01 Read more