Lucas mengetukkan pistolnya lagi ke kepala si Botak dan berkata, "Bilang ke mereka jangan macam-macam! Kalau gak, aku tembak kepalamu!""Kalian... jangan bergerak... jangan macam-macam..." Si Botak mulai gemetar. Dalam hatinya, dia hampir menangis. Bukannya ini kalimat yang tadi mereka bilang ke polisi di bank? Cepat banget karma itu datang, pikirnya."Bagus, begitu." Lucas mengangguk puas lalu kembali bertanya, "Sekarang, bisa bilang siapa sebenarnya si Boni?""Dia bosku... Aku juga gak tahu banyak, beneran, Bang. Dia cuma suruh aku melakukan ini. Tolong, jangan tembak!" Si Botak memohon dengan wajah putus asa. Ternyata, di balik gaya sok garang tadi, dia hanyalah orang penakut. Dia memang mau uang, tapi kalau harus mempertaruhkan nyawa, dia lebih memilih mundur.Lucas mengerutkan kening. Dia bisa tahu kalau si Botak ini cuma anak buah kelas bawah yang gak paham rencana besar di balik semuanya."Oke, berhenti di sini saja mobilnya," perintah Lucas."Berhent
Last Updated : 2026-01-13 Read more