Waktu tampaknya berjalan dengan dua kecepatan yang berbeda di kediaman mewah Arka. Bagi Arka, hari-hari berlalu dengan kecepatan cahaya, dipacu oleh adrenalin bisnis dan eksekusi rencana balas dendam yang mendekati klimaks. Namun bagi Clara, waktu merayap lambat, berat, dan menyiksa, seberat tubuhnya yang kini membengkak di usia kandungan yang memasuki minggu ke-32.Pagi itu, sinar matahari Jakarta yang terik mencoba menembus tirai tebal kamar utama, namun gagal. Kamar itu tetap sejuk, beraroma eucalyptus, dan sunyi kecuali suara napas Clara yang terdengar pendek-pendek dan sedikit mendengkur.Arka berdiri di depan cermin besar walk-in closet, mengancingkan manset kemeja putihnya yang licin sempurna. Di belakangnya, di atas island table berlapis marmer, sebuah koper Rimowa aluminium terbuka lebar. Isinya bukan sekadar pakaian; itu adalah perlengkapan perang. Jas-jas bespoke, dokumen akuisisi, dan dasi sutra yang akan ia gunakan untuk mencekik leher bisnis Dirga di Singapura."Arka..."
Last Updated : 2025-12-18 Read more