Jari telunjuk Rudi masih tertahan di udara, mengarah lurus ke layar, tepat pada wajah gadis berkaus kuning pudar itu."Yang ini... siapa, Bu?"Bu Ningsih memajukan tubuhnya, mendekatkan wajah ke monitor sambil sedikit menyipitkan mata. Detik berikutnya, sebuah senyuman perlahan mengembang di bibirnya. Bukan sekadar senyum biasa melainkan senyum kebanggaan yang mengakar dari lubuk hati."Oalah, yang ini toh, Pak Rudi. Pantas saja Bapak merasa familier." Wanita paruh baya itu tertawa kecil dan ringan. "Mungkin Bapak pernah melihat fotonya di medsos atau di mana begitu? Soalnya, anak ini sekarang sudah sukses besar di Jakarta."Rudi menyandarkan punggungnya perlahan ke sandaran kursi, menjaga raut wajahnya agar tetap terlihat ramah dan penasaran. "Sukses bagaimana, Bu? Jadi artis?""Aduh, amin kalau sampai jadi artis. Tapi bukan, Pak." Bu Ningsih menggeleng pelan, senyumnya masih belum pudar. "Ini Nana. Keponakan saya, anaknya kakak kandung saya sendiri. Sepupunya Rara."Nana.Rudi mengu
Last Updated : 2026-03-01 Read more