"Mas, perasaanku agak tidak enak kalau belanja ke pasar akhir-akhir ini."Suara Sulastri memecah keheningan malam. Di luar sana, rintik hujan sisa sore masih berjatuhan secara ritmis menghantam atap seng.Dua bulan telah berlalu sejak malam penemuan foto itu. Enam puluh hari hidup mereka berjalan monoton, namun damai. Tidak ada pria berjas rapi, tidak ada rapat direksi yang mencekik, dan yang terpenting: tidak ada tanda-tanda kehadiran Clara. Mereka benar-benar telah menjadi hantu yang menyatu dengan kabut Ciloto.Rudi, yang sedari tadi menunduk menyolder kabel layar sebuah ponsel, menghentikan gerakannya. Ia meletakkan alat solder di dudukannya dan melepas kacamata pelindung.Kursinya diputar menghadap ke belakang. Sulastri tengah duduk di atas karpet ruang tamu, melipat tumpukan baju kering. Gendhis sudah tertidur pulas sejak satu jam yang lalu, kelelahan setelah asyik mewarnai."Kurang nyaman bagaimana, Las?" tanya Rudi. Suaranya terdengar tenang, tetapi insting pelindungnya langsu
Last Updated : 2026-03-03 Read more