"Tiga transaksi mencurigakan dalam sepuluh hari terakhir, Pak. Totalnya seratus dua puluh sembilan miliar."Suara Anton terdengar jelas dari speakerphone di tengah meja. Arka menghela napas, mengulang angka itu dalam hati sebelum tawanya meledak tawa pendek, tajam, seperti orang yang baru memastikan tebakannya benar."Seratus dua puluh sembilan?" Arka menatap Dimas di seberang meja. "Sepuluh hari menjabat, langsung ambil segitu. Tikus ini ... mungkin cuma kurang sabar."Dimas tidak tertawa. Ia menekan puntung rokoknya ke asbak, terlalu keras."Lacak alirannya, Ton?" suaranya parau."Ke perusahaan cangkang di luar," Anton melanjutkan. "Kata sistem, buat bayar vendor sparepart. Tapi setelah kami gali, direkturnya terhubung ke pengacara yang sama yang sering jenguk Clara di tahanan."Arka menyandarkan kepala, memandang langit-langit. "Clara butuh dana segar. Mungkin buat suap lebih tinggi, atau rencana kabur. Dan bonekamu bekerja sangat rajin, Dimas.""Uangnya?" potong Dimas."Masih utuh
Last Updated : 2026-02-21 Read more