Michael bagai orang yang sudah lama haus. Dia dengan penuh semangat mencari air di tubuhnya. Dia seolah-olah telah minum air, menelan tegukan demi tegukan, napasnya yang puas dipenuhi dengan kelembapan.Dia mengangkat salah satu kaki Nia dan meletakkannya di pinggangnya. Dia mengabaikan perlawanan Nia dan menekan tubuhnya ke dalam pelukannya, membiarkan wanita itu mencium aroma tubuhnya.Seperti melati yang terbakar, aromanya diselimuti panas, mewah dan memabukkan. Nia menengadahkan kepalanya, mencoba menarik napas, tetapi Michael menciumnya lagi. Kali ini, dengan intensitas yang ganas, seolah bertekad untuk melahapnya, tanpa memberinya kesempatan untuk melawan.Dengan begitu, dimulainya aksi dominasi, saling menuntut, dan terjerumus tanpa daya, hingga kedua belah pihak saling mendambakan satu sama lain.Tepat di saat situasi hampir memanas, Nia tiba-tiba tersadar."Kalau kita bercinta, maka kita akan menjadi suami istri dalam arti yang sesungguhnya."Michael terus menciumnya. "Jadi?"
Read more