"Mengapa asapnya banyak sekali? Jangan-jangan ada yang terbakar di dalam rumah?"Sembari berbicara, Michael juga melihat Nia dan berseru kaget. Kemudian, dia juga melihat wanita yang duduk di sofa. Kekagetannya pun berubah menjadi keterkejutan."Kapan kamu kembali ke tanah air?"Wanita itu berdiri, menatap Michael dari atas ke bawah, lalu mendecakkan lidah dan berkata, "Mana rambut pirangmu? Mana tato di lehermu? Terus, ke mana perginya rompi dan celana pendek bermotif bunga yang biasa kamu pakai? Sejak kapan kamu berubah menjadi manusia?"Michael tertawa kecil. "Aku pada dasarnya memang manusia. Kamulah yang belum berevolusi menjadi manusia!"Yuyu, yang berada di punggung Michael, sejak awal sudah bermata merah. Begitu melihat Nia, dia langsung menangis tersedu-sedu."Ibu!"Nia, yang tidak mengerti apa yang sedang terjadi, dengan cepat menggendong Yuyu dari pelukan Michael."Kok nangis?"Tepat di saat Michael hendak menjelaskan, wanita itu tiba-tiba menerjangnya. Dia bukan hanya memel
Read more