Bukannya berhenti, Yulia malah meneruskan usapannya. Bahkan tangannya sampai menyentuh senjata pusaka Kalandra. Dengan cepat pria itu berdiri, membuat tangan Yulia terlepas begitu saja. “Maaf, aku ke toilet dulu.” Kalandra bergegas meninggalkan meja. Yulia memandangi kepergian pria itu tanpa berkedip dan hal tersebut tertangkap oleh Alya. Perasaan tak enak langsung menjalari hatinya. Entah mengapa hati kecilnya mengatakan kalau Yulia tertarik pada suaminya. “Alya, kamu beruntung memiliki suami seperti Kala,” seru Yulia tiba-tiba. “Di antara para fotografer yang bekerja di kantor ku, hanya dia yang tidak pernah neko-neko, setia pada istri dan pekerja keras,” sambungnya lagi. “Ya, aku bersyukur memiliki suami sepertinya.” Diam-diam Bayu merasa tak nyaman mendengar percakapan dua wanita di depannya. Alya sepertinya begitu mencintai suaminya. Buru-buru Bayu menepiskan pikirannya itu. tidak seharusnya dia memikirkan Alya. Dia sudah menjadi istri orang. “Kamu harus menjaganya, Alya.
Terakhir Diperbarui : 2026-01-13 Baca selengkapnya