Home / Rumah Tangga / Lelaki Plus-Plus / Bab 48 : Perang Urat Saraf

Share

Bab 48 : Perang Urat Saraf

Author: Ichageul
last update Last Updated: 2026-01-18 11:41:34

Keterkejutan nampak di wajah Kalandra. Hanya satu yang ada di pikirannya, pasti Yulia yang sudah melakukannya. Wajah pria itu mengeras menahan amarah. Rupanya Yulia berusaha mengguncang rumah tangganya dengan trik murahan seperti ini.

“Aku cuma bercanda, sayang. Memang aku yang menyuruh mu ke sini.”

Agar tidak menimbulkan kecurigaan sang istri, Kalandra mengiyakan saja apa yang dikatakan sang istri. Pria itu memeluk Alya kemudian menggendong Nabila. Diciumnya pipi sang anak beberapa kali.

Di
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Lelaki Plus-Plus   Bab 65 : Tempat Terbaik

    Tangis Alya semakin kencang setelah Bayu menyebutkan waktu kematian anaknya. Tangis bercampur ratapan keluar dari mulut wanita itu. Kedua tangannya terus memeluk tubuh Nabila yang sudah terbujur kaku. Kalandra juga tidak bisa menahan tangisnya. Setelah banyak hal yang dia lakukan demi kesembuhan putrinya, nyatanya sang anak pergi juga meninggalkan dirinya. Sambil mengusap airmatanya, Kalandra mencoba menenangkan istrinya. “Alya… tolong jangan seperti ini, sayang. Kasihan Nabil.” “LEPAS!!” Dengan kasar Alya menepis tangan Kalandra. Kali ini wanita itu menatap tajam suaminya sambil terus berderaian airmata. “Kalau Mas tidak memindahkannya ke sini, Nabil pasti baik-baik saja! Kamu yang sudah membunuhnya, kamu, Mas!!” Alya tengah melampiaskan kemarahan dan kesedihan yang dirasakan akibat kehilangan anaknya. Dia melampiakan semuanya pada sang suami. Apalagi tadi mereka sudah bersitegang soal pemindahan Nabila dari ruang ICU. Teriakan Alya yang cukup kencang, menarik perhatian orang-

  • Lelaki Plus-Plus   Bab 64 : Nabil Ngantuk

    “Nabil akan tetap berada di ICU.” Alya mengambil lembaran kertas tersebut kemudian merobeknya. Kalandra yang merasa kesal, meminta formulir lain pada sang perawat. Melihat perdebatan pasangan suami istri itu, membuat perawat tersebut bingung. Di tengah perdebatan Kalandra dan Ayla, Bayu mendekat. Pria itu mengatakan kalau Nabila sudah bisa ditengok. Setelah mengenakan pakaian steril, pasangan tersebut segera masuk ke dalam ruang ICU. Alya hampir saja menangis melihat anaknya terbaring lemah dengan banyak peralatan medis menepel di tubuhnya. Kalandra langsung mendekat lalu memegang tangan anaknya. “Nabil..” “Papa..” suara Nabil terdengar pelan dan lemah. “Sayang,” Alya mendekati anaknya kemudian mencium kening Nabila. “Sehat-sehat ya, sayang. Nabil anak yang kuat,” suara Alya bergetar menahan tangis yang hendak meledak. Nabila memandangi kedua orang tuanya bergantian. Wajah keduanya nampak sedih dan cemas. Sebisa mungkin anak itu mencoba tersenyum agar kedua orang tuanya tidak

  • Lelaki Plus-Plus   Bab 63 : Kritis

    Kalandra terbangun saat mendengar teriakan Alya. Buru-buru pria itu masuk ke dalam kamar. Nampak Alya tengah mengguncang tubuh Nabila yang tak kunjung bergerak. “Kenapa, sayang?” “Nabil, Mas. Nabil…” Kalandra segera memeriksa keadaan anaknya. Dia masih bisa merasakan hembusan nafas anaknya, namun denyut nadinya sangat lemah. Tanpa pikir panjang, pria itu langsung mengangkat tubuh Nabila. “Hubungi dokter Bayu, kita ke rumash sakit sekarang.” Tanpa menunggu jawaban Alya, Kalandra langsung keluar kamar. sambil membopong tubuh Nabila, pria itu berjalan cepat ke rumah sakit. Di belakangnya Alya menyusul dengan tergesa. Tak lupa wanita itu menghubungi Bayu. Sambil terus berjalan, Alya menunggu sampai Bayu menjawab panggilannya. “Halo.” “Mas.. Nabil, Mas. Nabil pingsan lagi.” “Kamu di mana sekarang?” “Mas Andra dan aku lagi jalan ke rumah sakit.” “Ya sudah, aku tunggu di IGD.” Dengan nafas terengah, akhirnya Kalandra tiba juga di IGD rumah sakit. Bayu yang sudah menunggu di sana

  • Lelaki Plus-Plus   Bab 62 : Belum Siap

    Kehidupan rumah tangga Kalandra dan Alya tetap berjalan seperti biasanya. Kondisinya masih tetap sama, masih belum ada komunikasi yang berarti di antara keduanya. Alya masih cenderung membatasi interaksi dengan suaminya. Hanya Nabila yang menjadi penghubung keduanya. Kadang Kalandra memanfaatkan anaknya agar bisa berdekatan dengan Alya. Untung saja Nabila mau membantunya. Terlebih anak itu terlihat senang ketika melihat kedua orang tuanya berdekatan. Setiap malam, Nabila selalu ingin ditemani tidur oleh kedua orang tuanya. Tentu saja Kalandra dengan senang hati mengabulkan keinginan anaknya. Setiap malam dia selalu menemani Nabila sampai tertidur. Namun setelahnya dia cukup tahu diri untuk pindah ke kamar sebelah. Malam ini, seperti biasa Nabila minta ditemani kedua orang tuanya. Alya selalu mengambil di pojok dekat tembok, sementara Kalandra berada di bagian sisi. Nabila berbaring telentang sambil memegangi tangan kedua orang tuanya. Dia masih mengajak keduanya untuk berbicara.

  • Lelaki Plus-Plus   Bab 61 : Hati yang Tersakiti

    Setengah jam kemudian Kalandra sampai di café bersama dengan Nabila. Pria itu terkejut melihat Yulia sedang bersama dengan istrinya. “Apa yang kamu lakukan di sini?” berang Kalandra. “Aku merindukan mu,” jawab Yulia dengan nada manja. Alya nampak kesal karena Yulia melakukan itu di depan Nabila. Anak itu hanya melihat pada orang tuanya dan Yulia bergantian, tanpa anak itu tahu apa yang sedang terjadi. Alya segera berdiri kemudian memeluk lengan Kalandra dengan mesra. Matanya melihat pada Yulia penuh kemenangan. Kalandra cukup terkejut dengan apa yang dilakukan istrinya, namun pria itu tentu saja memanfaatkan situasi yang terjadi. dia melepaskan pegangan Alya di lengannya kemudian menarik pinggang sang istri. “Apa kamu lama menunggu, sayang?” “Ngga, Mas. Apa pekerjaannya sudah selesai? Maaf kalau aku mengganggu pekerjaan Mas.” “Ngga apa-apa.” “Mama.. tadi Papa jualan mobil. Papa bisa juga tiga mobil, Ma,” celetuk Nabila dengan nada bangga. Sambil bermain sendiri, Nabil

  • Lelaki Plus-Plus   Bab 60 : Istri Sah vs Jablay

    Karena Kalandra membawa pulang Nabila, mau tidak mau Alya pun ikut pulang ke rumah. Wanita itu membawa kembali semua barang-barang yang dibawa sebelumnya. kembalinya wanita itu bukan karena sudah memaafkan suaminya, tapi hanya demi Nabila. Biar bagaimana pun anak itu masih butuh kasih sayang dan perhatian kedua orang tuanya. Kehidupan rumah tangga Kalandra dan Alya berjalan seperti biasanya, namun suasananya sudah jauh berubah. Sekarang seolah ada jarak tidak terlihat di antara pasangan suami istri tersebut. Alya tetap menjalankan kwajibannya sebagai istri, menyiapkan makan, mencuci dan menyetrika baju suaminya dan membereskan rumah. Namun tidak ada komunikasi di antara keduanya. Untuk meminta Kalandra makan saja, Alya meminta Nabila yang menjadi perantara. Wanita itu masih belum mau membuka komunikasi dengan suaminya. Takut hanya ada pertengkaran saja di antara mereka. Kalandra sendiri memilih mengikuti apa yang diinginkan istrinya, walau hatinya sakit melihat sikap diam Alya. Tap

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status