"Aku sedang proses persidangan." "Jadi..." "Sebentar lagi juga menjanda." Naomi tersenyum pada Ridwan, bukan bangga, hanya ingin menunjukan jika dia baik-baik saja dengan statusnya yang sekarang agar tidak ada pertanyaan lagi untuknya dari pria itu. "Semoga semua urusan kamu segera selesai." "Ya, mudah-mudahan. Hanya tidak menyangka saja nasib kita hampir sama, sama-sama buruk. Semoga kamu segera mendapatkan penggantinya ya. Kamu pasti sangat mencintainya sampai sudah tujuh tahun belum menikah lagi. Jarang-jarang laki-laki bisa bertahan sampai selama itu," kata Naomi tetapi pria itu hanya tersenyum dengan tatapan jauh ke depan. Naomi menatap Ridwan dengan lekat, sepertinya memang ada sesuatu yang tengah disembunyikan. Mungkin ada hal pribadi yang tidak ingin diceritakan. Naomi pun tidak lagi bertanya atau membahas soal itu. "Mungkin belum menemukan sosok yang tepat. Aku duda bawa anak. Tentu saja aku mengutamakan anakku setiap mau bertindak." Naomi menganggukkan kepala
続きを読む