"Aku tidak memaksa kamu harus mempercayai aku atau tidak tapi aku akan mengusahakan kamu tetap mendapatkan hakmu. Sakit boleh, tapi jangan terlalu hanyut di dalam ombak yang menyakiti kamu, Naomi." Kalau besok mau kembali kerja, silahkan! Gwen bisa ikut denganku jika memang kamu sibuk." "Kak aku tidak mau merepotkanmu, biar aku saja yang membawa Gwen. Aku yang akan antar jemput sekolahnya. Aku sadar, kalau aku berlarut-larut dalam kesedihan dan kalut. Gwen tetap akan menjadi korban. Aku nggak mau itu terjadi Kak." Brilly menganggukkan kepala kemudian mengusap pipinya tetapi Naomi bergerak menghindari. "Maaf." "Aku yang harusnya minta maaf, Kak." "Tidak, aku yang harusnya sadar diri karena tidak semestinya begini. Aku membantumu tanpa pamrih. Lupakan yang semalam!" Brilly mengacak lagi rambut Naomi kemudian beranjak dari hadapannya. Naomi terdiam mendengar penuturan Brilly dan mengikuti pergerakan pria itu. "Kasihan kamu, Kak. Aku tau, kamu pasti berkecil hati karen
Read more