"Apa yang membuatmu ingin keluar dari sini? Khawatir dengan seorang pengkhianat?" tanya Brilly hingga membuat Naomi merapatkan bibirnya tetapi itu hanya sejenak saja. "Tapi Kak, kalau berduaan di kamar seperti ini pun tidak dibenarkan." "Apa tawaranmu dulu masih berlaku?" "Yang mana?" tanya Naomi balik. "Di awal kamu mengetahui Lian dengan Maryam bercinta." Naomi tercengang mendengar itu kemudian merapatkan selimutnya. Naomi menarik nafas dalam setelah mendengar apa yang Brilly katakan. Bagaimana mungkin? Naomi menggelengkan kepalanya dan melirik Brilly yang kini terpejam. Naomi pun menatap kembali pada langit-langit kamar dan berusaha untuk tetap berpikiran waras. "Kak bukankah Kakak yang menolak dan menyadarkan aku? Kenapa sekarang Kakak menanyakan itu lagi? Apa Kakak sudah berubah pikiran?" "Ya." Naomi kali ini menoleh, benar-benar menoleh ke arah Brilly yang kemudian bergerak melihatnya. Keduanya diam, sama-sama saling memandang dan tenggelam dalam malam
Last Updated : 2026-02-25 Read more