Tidak lama kemudian, mereka tiba di depan sebuah ruangan VVIP. Dua pria bertubuh kekar berdiri di kedua sisi pintu, mengenakan pakaian formal dengan sikap waspada. Melihat asisten Caspian datang bersama Bella, keduanya segera memberi jalan.Asisten itu berhenti di depan pintu, kemudian mengetuknya tiga kali.Tok. Tok. Tok.Beberapa detik berlalu, tetapi tidak terdengar jawaban apa pun dari dalam. Pria itu akhirnya meraih gagang pintu dan membukanya, lalu sedikit menyingkir untuk memberikan Bella jalan."Nona Bella, silakan masuk."Bella berdiri di depan pintu selama beberapa saat. Jantungnya berdegup sedikit lebih cepat. Sampai saat ini, ia bahkan belum pernah melihat wajah Caspian. Meskipun sejak awal ia sudah mempersiapkan diri untuk bertemu dengan pria yang dipilih oleh keluarganya, tetap saja ada sedikit rasa gugup yang tidak bisa ia hindari.Bella menarik napas perlahan, berusaha menenangkan dirinya. Kemudian, ia melangkah masuk. Begitu melewati ambang pintu, langkah Bella hampir
Read more