Hati Devina terasa tegang. Dia spontan mengusap perut kecilnya. “Jadi, apa yang harus aku lakukan? Nggak mungkin aku paksa dia untuk menikahiku, ‘kan? Bukannya akan terasa begitu buru-buru, malah akan memancing rasa curiganya?”Yalina memutar bola matanya. Dia pun memiliki sebuah pemikiran. Dia merendahkan suaranya, lalu mendekat, “Berhubung kita semua nggak bisa mengungkitnya, kita mesti pikirkan cara agar orang lain bisa bantu kita untuk mengungkitnya!”“Ibu, besok kita cari awak media yang lebih bisa diandalkan untuk menyebar informasi kamu mengandung anaknya Stanley. Pada saat itu, semua orang di Kota Himar akan tahu masalah ini. Demi mempertahankan nama baik Keluarga Herdian, Stanley pasti akan menikahimu!”Devina merasa agak ragu. “Apa boleh … berbuat seperti ini? Gimana kalau sampai ketahuan sama Stanley ….”“Kalau kamu nggak bersedia melakukannya, kamu nggak akan bisa mendapatkan Stanley!” sela Yalina dengan tegas, “Asalkan bisa berhasil menjadi bagian dari Keluarga Herdian, me
Read more