Zevon menemani Harun berjalan ke dalam ruangan.Shanaya segera berdiri, lalu memberi salam dengan hormat, “Pak Guru.”Harun melambaikan tangannya. Sikapnya terasa sangat bersahabat. “Ayo, duduk! Hari ini nggak ada orang luar di sini. Kamu nggak usah bersikap sungkan.”Setelah mereka bertiga duduk, Zevon memesan beberapa makanan sesuai selera Harun dan Shanaya.Shanaya pun menuangkan segelas teh hangat untuk Harun. Suasana di dalam ruangan terasa santai.Tatapan Harun tertuju pada diri Zevon. Dia berbicara dengan nada setengah bercanda dan serius, “Zevon, hari ini aku suruh kalian kemari, sebenarnya karena ada yang ingin aku diskusikan sama kalian. Lebih tepatnya, aku ingin pinjam orang dari kamu.”Zevon merasa agak kaget. Dia pun membalas dengan tersenyum, “Pak Guru, kenapa kamu berbicara seperti ini? Kalau Pak Guru ada perintah, kamu bisa langsung katakan, kenapa malah bilang mau pinjam.”Harun menyesap teh, lalu berkata dengan perlahan, “Hasil survei nasional terbaru menunjukkan bah
Read more