Tak lama setelah sarapan, Nenek Vivian mengajukan diri untuk pulang dan meminta Carles mengantarnya turun.Clarin sedang rebahan di sofa sambil bermain ponsel, mulutnya mengunyah permen yang dibawakan Nenek Vivian untuknya. Tiba-tiba, panggilan dari Belinda masuk.Ia menunggu setengah menit sebelum mengangkatnya.Clarin belum sempat bersuara, suara Belinda sudah meledak-ledak dari seberang sana.“Clarin Gunardi, dasar perempuan sialan! Berani-beraninya kamu mempermainkanku! Aku menunggumu di bar sampai lewat jam satu subuh!”“Belinda, dengarkan aku dulu. Aku benar-benar tidak sengaja,” kata Clarin, berpura-pura panik.“Semalam aku benar-benar berencana menunggu suamiku tidur dulu baru pergi ke bar menemuimu. Tapi dia entah salah minum obat apa, semalaman nempel aku terus, aku benar-benar tidak bisa lepas dari dia ….”Clarin berhenti sejenak, lalu berkata dengan nada malu-malu yang dibuat-buat, “Aduh, ini semua salah dia. Staminanya terlalu kuat dan … tahan lama. Aku benar-benar diperma
Baca selengkapnya