Carles membuka suara untuk memecah kecanggungan.“Bu, Clarin sudah sampai rumah?”Kirana tersentak, lalu cepat-cepat menjawab, “Sudah, sudah sejak tadi. Kamu … mau masuk dan duduk sebentar?”“Iya,” jawab Carles singkat.“Silakan, silakan masuk,” kata Kirana sambil menyingkir ke samping, mempersilakan Carles masuk ke dalam rumah.Carles membawa beberapa bingkisan, melangkah ke ruang tamu, lalu meletakkannya di atas meja. Setelah itu, dia duduk tepat di sebelah Clarin.Clarin terdorong ke samping karena duduknya yang terlalu dekat. Dia pun melirik kesal.“Kamu ngapain desak-desak aku? Di sana kan masih ada sofa.”“Silakan minum teh, Car ….”Kirana menuangkan teh dan meletakkannya di depan Carles, lalu ragu sejenak, bingung harus memanggilnya apa.Carles berkata dengan nada tenang, “Panggil aku Carles saja, seperti biasa.”“Oh … baik,” jawab Kirana.Kirana lalu duduk di sofa seberang, kedua tangannya terlihat canggung, tidak tahu harus diletakkan di mana.Clarin memakan semangka yang tela
Baca selengkapnya