Saat tiba di depan restoran masakan Kanton, Clarin tiba-tiba melihat sesuatu. Dia lalu berkata kepada mereka, “Carles, kamu sama Ibu masuk duluan ya, pesan makanan. Aku mau beli barang bentar.”“Kamu mau beli apa? Aku aja yang beliin.” Carles menatapnya dengan raut wajah tidak yakin, khawatir membiarkannya pergi sendiri.“Tidak usah.” Clarin mendesak, “Kalian masuk dulu. Aku beli barang bentar aja, habis itu langsung balik.”Melihat Clarin bersikeras, Carles mengeluarkan ponselnya, sekilas mengecek baterai.“Kalau ada apa-apa, telepon aku.”“Iya, tahu.”Setelah menjawab, Clarin berbalik dan berjalan ke arah berlawanan.Dia naik lift menuju lantai B1, area food court. Ternyata cukup ramai. Setelah berkeliling sebentar, langkahnya berhenti di depan lapak tahu.“Pak, satu porsi tahu sumedang ya. Porsi besar, pedas sedang, nggak ada pantangan,” ucapnya.“Di urutan depan masih ada tiga pesanan. Nunggu sekitar lima menit, bisa?” tanya penjualnya.“Bisa.”Clarin langsung memindai kode pembaya
Baca selengkapnya