Dari nada bicara Carles, Clarin menangkap samar-samar kesan sedang menjilat.Dia tidak menanggapi apa pun, hanya membantu Carles yang pura-pura mabuk itu kembali ke kamar. “Aku pulang dulu.”Carles tiba-tiba mengulurkan tangan dan menarik Clarin yang baru saja berbalik, ke dalam pelukannya.“Carles, apa yang kamu lakukan?” Clarin meronta.Carles mengecup daun telinganya, lalu berbisik rendah di sana, “Saat di mobil tadi, aku sudah kirim pesan ke ibu, bilang kamu nggak pulang malam ini. Kalau sekarang kamu pulang, ibu bakal mengira kita bertengkar. Jangan bikin beliau khawatir.”“Kamu!” Telinga Clarin memerah. Dia memaki Carles dengan kesal, “Dasar licik. Anjing penuh akal!”“Sayang, mandi dulu.”Usai berkata begitu, Carles mengangkatnya dan berjalan sampai ke depan pintu kamar mandi.Clarin menatapnya dengan kesal sekaligus tak berdaya. “Ambilkan baju tidur.”“Siap.”Carles pun segera berbalik ke ruang ganti, mengambil sebuah jubah tidur sutra, lalu mengetuk pintu kamar mandi.Tak lama
Baca selengkapnya