Malam menyelimuti kota dengan tenang, namun di salah satu penginapan mewah yang tersembunyi dari keramaian, suasana justru terasa berbeda. Tirai tebal menutup jendela, sementara cahaya lilin menerangi ruangan dengan nuansa hangat namun penuh rahasia.Di dalam kamar itu, Permaisuri Lola berdiri dekat jendela, tubuhnya dipeluk dari belakang oleh Adipati Dirgantara. Wajahnya tampak tenang, namun matanya menyiratkan kerinduan yang dalam."Kita tidak bisa sering-sering bertemu seperti ini," bisik Adipati Dirgantara pelan di dekat telinganya. "Orang-orang bisa mengenali kita."Ia menarik napas panjang. "Jika mereka mulai curiga … semuanya bisa berantakan."Permaisuri Lola memejamkan mata sejenak, menikmati kehangatan itu. "Aku merindukanmu."Suaranya lembut, hampir bergetar. "Bahkan sentuhanmu .…"Adipati Dirgantara menghela napas berat, jelas menahan sesuatu. Tangannya masih melingkari tubuh wanita itu, namun ekspresinya berubah lebih serius."Kita harus berhati-hati," katanya pelan.Namun
Ler mais