Paviliun tamu Kekaisaran Kaelum di wilayah Solaria tampak tenang dari luar, namun di dalamnya, udara terasa berat oleh sesuatu yang tak terlihat.Karina duduk di kursi ukir dengan punggung tegak, tangannya saling bertaut di pangkuan, namun jemarinya bergerak gelisah. Tatapannya sesekali mengarah ke pintu, menunggu dengan perasaan yang bercampur antara harap dan kesal.Begitu suara langkah kaki terdengar mendekat, Karina langsung berdiri. Ia merapikan hanfunya dengan cepat, lalu menunduk hormat saat sosok yang ditunggu akhirnya muncul.“Salam hormat, Yang Mulia Permaisuri,” ucapnya sopan.Permaisuri Lola berjalan masuk dengan anggun, wajahnya dihiasi senyum tipis yang sulit ditebak maknanya. Ia melirik Karina sekilas sebelum duduk di kursi utama.“Duduklah,” katanya ringan.Karina menurut, duduk kembali dengan sikap lebih tertata.“Ada apa menemuiku, Nona Karina?” tanya Permaisuri Lola sambil menyandarkan tubuhnya santai.Karina tidak bertele-tele. “Yang Mulia Permaisuri, bagaimana den
Read more