Sudah lebih dari satu minggu berlalu sejak pengumuman penundaan itu. Setiap hari, Elena menghabiskan waktunya di tempat latihan tanpa henti, ayunan pedangnya semakin tajam dan cepat seiring waktu.Keringat membasahi dahinya, napasnya teratur meski tubuhnya jelas dipaksa melampaui batas. Namun di balik fokusnya, ada sesuatu yang terasa berbeda, sesuatu yang mengganggu pikirannya.Biasanya, di setiap sesi latihan itu, selalu ada satu sosok yang berdiri tidak jauh darinya. Seseorang yang diam-diam mengawasi, atau terkadang mengganggu dengan komentar menyebalkan.Namun kali ini tidak ada.Elena menghentikan ayunannya sejenak, matanya menyapu area latihan dengan cepat. Kosong.“Cih,” desisnya pelan, lalu kembali mengayunkan pedangnya lebih keras dari sebelumnya. “Mengganggu.”Namun entah kenapa, setiap gerakan yang ia lakukan justru terasa semakin kacau. Fokusnya terpecah, emosinya tidak stabil.Malam harinya, di kediamannya, suasana terasa lebih tegang dari biasanya. Para pelayan berjalan
Read more