Di sisi lain, malam telah turun sepenuhnya ketika Paman Sin tiba di depan sebuah kediaman yang tersembunyi di tengah hutan. Cahaya lampu minyak redup menyala di beberapa sudut, membuat suasana terasa sunyi dan sedikit mencekam. Angin malam berhembus pelan, menggoyangkan dedaunan seolah membawa firasat buruk yang tak terucapkan.Paman Sin berdiri sejenak di depan gerbang, alisnya sedikit berkerut. “Tuan Bastian jarang salah firasat,” gumamnya pelan, tatapannya menajam ke arah halaman yang terlalu sepi.Tanpa membuang waktu, ia segera melangkah masuk dengan langkah cepat namun tetap waspada.Baru beberapa langkah masuk ke halaman, sebuah sosok tiba-tiba muncul dari bayangan di sisi bangunan. Refleks Paman Sin langsung bereaksi, tubuhnya bergerak cepat seperti kilat, tangannya terangkat siap melancarkan serangan.Namun sebelum serangannya dilepaskan, sosok itu mengangkat tangan dengan tenang.“Ini aku, Paman Sin.”Suara dingin namun familiar itu membuat Paman Sin menghentikan gerakannya
Ler mais