Setelah percakapan panjang yang dipenuhi nasihat dan peringatan, suasana di aula perlahan mereda. Namun Elena tidak berniat berlama-lama, ia menunduk hormat lalu melangkah mundur.“Ayah, Kakek, aku ingin kembali ke akademi,” ucapnya tenang.Kaisar Ethan langsung mengernyit. “Kau baru saja melewati kejadian seperti itu,” katanya dingin. “Dan kau masih ingin pergi?”Tuan Bastian juga menghela napas pelan. “Tubuhmu belum sepenuhnya pulih, Elena,” tambahnya. “Tidak perlu terburu-buru.”Elena menatap keduanya bergantian, ekspresinya tetap tenang. “Aku baik-baik saja,” jawabnya singkat. “Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.”“Kau bilang itu setiap saat,” sahut Kaisar Ethan, nadanya sedikit menekan.Elena terdiam sejenak, lalu berkata pelan. “Jika aku terus berdiam diri mereka justru akan semakin curiga.”Tuan Bastian menyipitkan mata, memahami maksud di balik kata-kata itu. Ia melirik Kaisar Ethan, seolah mempertimbangkan.“Biarkan dia pergi,” ucapnya akhirnya.Kaisar Ethan terdiam sesaat, l
Ler mais