Kalayuda tersenyum di dalam alam pikiran Lintang, “Aku mengerti, kau memang layak menghakiminya,” ucap Kalayuda kepada Lintang, kemudian sosoknya langsung lenyap menjadi butiran cahaya.“Tuan, apa kita akan bertarung bersama ayahmu?” tanya Tongkat Semesta.“Benar Jagat, tunjukan kekuatan sejati kita,” jawab Lintang.“Baik tuan, aku sangat bersemangat,” ungkap Jagat.Lintang hanya tersenyum lembut menanggapi sahabatnya itu.Sementara Galuh hanya terus memandangi pemuda itu dengan tatapan kerinduan, belum pupus rasa Galuh terhadap Lintang, namun putranya tersebut menginginkan hal lain.Sebagai seorang ayah, dia sangat enggan bertarung dengan Lintang, tapi sebagai seorang pendekar, Galuh pantang mundur dari tantangan.Jika Galuh menolak tantangan itu maka Lintang akan semakin kecewa dan marah terhadapnya, maka mau tidak mau Galuh tetap harus menghadapinya.“Bodas, Hawuk, keluarlah! aku tidak akan membutuhkan energi kalian,” perintah Galuh pada kedua kucing buntalnya.“Pii, Pii, Pii,” ump
Dernière mise à jour : 2026-01-26 Read More