Menyaksikan itu, Lintang kembali menarik energinya, sehingga mereka dapat kembali bergerak.Melihat Lintang kesal, tawa Galuh seketika lenyap, dia juga ikut kembali duduk seperti yang lain.Sebagai seorang ayah yang baru diakui oleh putranya, Galuh tidak berani membuat Lintang marah, dimana jika pemuda itu marah, bisa-bisa dirinya mendapat masalah besar di kerajaan Aru."Terima hormat Uwa-mu, pangeran, mohon maaf aku tidak mengenalimu sebelumnya," ucap Prabu Lhangkem Lhamuri lembut."Aku terima Uwa, sudahlah, aku tidak senang dipuja secara berlebihan," ujar Lintang kembali duduk.Bawana dan yang lain menggeleng menyaksikan Lintang, mereka terkejut ternyata Galuh juga senang mengerjai orang seperti itu."Anda benar-benar keterlaluan Anak Prabu," umpat Prabu Datuk Lhangkem Lhamuri."Hahaha, maaf paman, hahaha," ujar Galuh tersenyum bodoh."Pii, Pii, Pii," seru Si Hawuk dari tempat duduk."Benar, aku lupa, ayo kita ke ruang jamuan," seru Prabu Lhangkem tersenyum pada kedua kucing buntal.
Terakhir Diperbarui : 2026-02-03 Baca selengkapnya