Di luar gerbang barat, tubuh panglima Ageng sedang mematung tidak dapat bergerak.Dia terkena totokan kuat dari Galuh, membuatnya hanya bisa pasrah menunggu kematian yang pasti akan datang.“Kau tunggu dulu di sini sebentar, aku akan mengobati orang tua itu dulu,” Galuh berbisik tepat di telinga panglima Ageng, sehingga degub jantungnya bertambah cepat seperti tabuhan gendang pesta rakyat.Setelah mengucapkan itu sosok Galuh seketika lenyap dari pandangan, sementara keringat dingin terus mengucur di wajah dan punggung panglima Ageng.Kepergian Galuh tidak membuat hatinya lebih baik, bahkan bertambah ketir karena setelah ini, dirinya pasti akan dieksekusi.Sayang panglima Ageng tidak mengetahui eksekusi seperti apa yang akan diterimanya.Andai dia tahu perangai asli Galuh, mungkin sudah sedari tadi panglima Ageng mati berdiri ketakutan.“Tahanlah Ki, atur pernafasanmu selambat mungkin. Jika seperti itu, racun ditubuhmu akan langsung menyerang jantung,” sapa Galuh pada Aki Lawangun.Kak
Last Updated : 2026-02-19 Read more