“Bodoh! aku tidak akan memberikan batu itu jika kau tidak mau menjadi muridku,” teriak Resi Wangun Karma.“Kau memang kakek tua yang keras kepala rupanya, baiklah aku mau menjadi muridmu,” jawab Galuh cepat, membuat resi Wangun Karma kembali bingung dengan sikapnya.“Ka-ka-kau …? Ba-bagimana dirimu bisa berubah pikiran secepat itu, dasar gila, kau sungguh aneh anak muda,” tanya Resi Wangun Karma.“Kau juga sangat aneh pak tua, tadi dirimu bilang aku harus jadi muridmu, tapi sekarang kau malah kembali bertanya, baiklah, aku tidak mau jadi muridmu,” ungkap Galuh.“Sial, anak muda ini sungguh mempermainkanku,” umpat resi Wangun Karma dalam hati, kini tatapannya tajam kepada Galuh dipenuhi aura membunuh.“Mengapa kau marah Kakek tua, aku tidak tertarik bertarung denganmu, yang kubutuhkan adalah batu bintang, jika aku memang harus menjadi muridmu maka baiklah, aku setuju, asalkan batu bintang itu menjadi milikku,” ucap Galuh masih bersikap tenang.Mendengar itu marahnya kembali mereda, mes
Last Updated : 2026-02-13 Read more