Sesampainya di puskesmas, Bagas langsung menuntun dua wanitanya masuk ke dalam.“Selamat siang, Mas. Ada yang bisa saya bantu?” tanya resepsionis di balik meja kerjanya.“Oh, ini Mbak. Saya mau cek kandungan istri saya, Mbak,” jawab Bagas sopan sambil tersenyum.Resepsionis yang belakangan di ketahui bernama Sarah itu menatap Bagas dan dua wanita di sebelahnya.“Yang mana istrinya, Mas? Biar di daftar dulu,” tanya wanita itu lagi.“Dua-duanya, Mbak,” jawab Bagas spontan, tanpa beban sama sekali.“Hah? Dua-duanya?”Tentu saja Sarah terkejut, cukup jarang ia melihat pemandangan seperti ini. Seorang lelaki memiliki dua istri yang tampak akur dan bersahabat.“Dua-duanya istrinya, Mas?” tanya Sarah lagi.“Iya, Mbak. Mereka berdua istri saya.” Bagas tersenyum menatap Sarah tanpa berkedip. “Ada apa ya Mbak? Ada masalah, kah?”“Ah, anu, enggak kok.” Sarah langsung menunduk, wajahnya sedikit merona mendapat tatapan seperti itu dari Bagas.“Ya sudah, Mas, daftar aja dulu, nanti Mas bisa tunggu
Last Updated : 2026-02-02 Read more