Sementara di dalam ruang praktik, Helena baru saja masuk dan melihat Tania duduk di depan meja kerja Bagas.Namun sebelum ke sana, ia terlebih dahulu melihat ke sekeliling tempat terapi ini. Sama seperti Madame Renata waktu itu, Helena juga kagum dengan desain ruangan itu yang menempatkan sekat pemisah untuk area terapi hingga terlihat lebih privat.Helena tersenyum tipis lalu berjalan menghampiri Bagas yang sedang duduk di balik meja kerjanya.“Ruangan ini bagus, tampak sempurna dengan metode terapi kamu, sayang,” ujar Helena dan langsung melingkarkan tangannya di leher Bagas. Ia melirik ke arah Tania sejenak sebelum akhirnya memberi kecupan lembut pada bibir dokter tampan itu.Bagas tersenyum, ia merespon dengan memegang pinggang Helena erat.Sementara Tania, ia hanya duduk membeku, menekuk wajahnya. Ia belum sempat mengatakan apa-apa kepada Bagas dan Helena sudah masuk ke dalam.“Sayang, kita duduk di sana saja. Biar lebih nyaman,” ujar Helena kembali.“Baiklah,” sahut Bagas. Ia ba
Last Updated : 2026-01-11 Read more