Tepat jam tiga menjelang sore, Bagas akhirnya tiba di kliniknya. Klinik dengan nama Psych-Devine, yang akan menjadi istana baru baginya untuk mengikat para ratu-ratu yang berkuasa di kota.Di lobi, ia langsung disambut oleh Santi. “Selamat datang, Dok,” sapa wanita itu sedikit canggung namun berusaha sopan dan profesional.Bagas tersenyum tipis sambil mengangguk—gestur yang lagi-lagi membuat Santi meleleh dan semakin mengagumi sosok psikolog berbakat itu.Bagas merapat ke arah meja kerjanya. “Bagaimana, Santi. Semuanya berjalan normal bukan?”“Tentu saja, Dok. Semuanya berjalan normal. Seperti yang tertera di skedul, dr. Elina hanya bertugas sampai jam empat sore.”Bagas mengangguk-angguk pelan. “Belum ada pasien yang rujuk ke atas kan?”“Belum ada, Dok. Sejauh ini, para pasien tampak cukup puas dan lega dengan terapi yang di berikan dr. Elina.”“Baguslah. Dokter Elina memang berbakat,” kaga Bagas sambil melonggarkan dasinya.“Oh ya, Santi. Sebentar lagi, Madame Renata akan datang. Di
Terakhir Diperbarui : 2026-01-07 Baca selengkapnya