Satu jam berlalu. Bagas sudah berada di Kafe eksklusif—menunggu kedatangan Madame Renata. Ia tampak duduk tenang, ekspresinya datar, kontras dengan debar jantungnya yang tidak karuan. Tidak berselang lama, sedan hitam milik Madame Renata menepi, wanita pemilik klinik Re:Vive itu akhirnya datang. Seperti biasa, penampilan Renata cukup elegan, tidak mencerminkan umurnya yang hampir kepala lima.Melihat Bagas yang sudah menunggu di sudut, ia langsung mendekat, senyum tipis melengkung di bibir manisnya.“Sudah lama, Dok?” tanya Renata sambil menarik kursi dan duduk di hadapan Bagas.“Enggak, aku baru saja sampai,” jawab Bagas santai, sambil mengaduk minuman di dalam gelas.Renata menarik napas panjang sambil meletakkan tasnya di atas meja. “Jadi, apa yang mau kamu bicarakan, Bagas?” Renata mulai mencondongkan tubuhnya ke depan. “Sepertinya ini hal penting.”Bagas menarik napas dalam, ia menyesap kopi hangatnya sejenak. “Aku ingin resign dari rumah sakit, Renata,” katanya pelan sambil mele
Last Updated : 2026-01-20 Read more