Ucapan itu sangat suka didengar oleh Nissa. Senyuman pun kembali merekah di wajah cantiknya."Kalau begitu, aku nggak akan sungkan lagi." Dia menerima semua tas dan pakaian yang tidak disukai Felicia, lalu berjalan ke hadapan Felicia.Sambil membantu merapikan pakaiannya, dia bertanya dengan rasa penasaran, "Felicia, kenapa kamu nggak suka Renee? Menurutku selain cacat, sebenarnya nggak ada yang buruk dari dia.""Jangan sebut-sebut dia di depanku, sial rasanya!" Felicia mencebik dengan jijik. "Kamu juga tahu gimana dulu dia naik ke ranjang kakakku, lalu memaksa kakakku menikahinya dengan tekanan opini publik.""Aku tahu. Aku hanya merasa itu sudah lama sekali berlalu. Lagi pula, dia sudah melahirkan pewaris untuk Keluarga Suryana. Kenapa kalian masih nggak mau menerimanya?""Orang dengan karakter buruk, sekalipun melahirkan seratus anak laki-laki untuk Keluarga Suryana, tetap nggak akan diterima." Kebencian Felicia terhadap Renee terlihat tanpa sedikit pun ditutupi."Tapi menurutku, ka
Baca selengkapnya