"Dokter Xavier, kamu benar-benar nggak ngerti maksudku?"Juwita menahan kesabarannya, lalu berkata, "Sudahlah, kita bicara terus terang saja. Selama operasinya gagal, soal harga terserah kamu mau buka berapa."Sebenarnya Xavier sudah menebaknya. Namun, saat mendengarnya langsung dari mulut Juwita, dia tetap merasa sulit dipercaya.Semua orang bilang Juwita itu kejam. Bukan hanya meremehkan menantunya yang tuli, dia bahkan pernah mempermalukannya di pesta, di depan banyak orang.Awalnya Xavier mengira kekejaman itu sudah batas akhirnya. Tak disangka, dia bisa jauh lebih kejam.Setelah keterkejutannya mereda, Xavier berdeham ringan, lalu berkata, "Bu Juwita nggak takut Arvin akan sedih? Kamu tahu sendiri berapa banyak usaha dan dana yang Arvin keluarkan demi membawaku kembali ke tanah air.""Justru karena aku tahu, aku harus mengurusmu dengan baik," ucap Juwita dengan ekspresi dingin.Dia tak menyangka anak lelakinya yang tak berguna itu bukan hanya tidak menceraikan istrinya,bahkan men
続きを読む