Renee malam itu berencana lembur, tetapi Michela tiba-tiba menariknya bangkit."Ayo, aku ajak kamu jalan-jalan.""Jalan-jalan ke mana?" Renee tak terlalu berminat."Katanya malam ini di tepi sungai ada pertunjukan kembang api. Aku temani kamu nonton.""Ngaku saja deh, kamu sendiri yang ingin nonton, 'kan?""Sama saja! Ayo, jangan banyak alasan."Renee membereskan barang-barangnya dan menggeleng pasrah. "Aku akhirnya paham kenapa setelah tiga tahun, studio ini masih belum berjaya.""Eh, jangan begitu dong! Kerja itu cuma buat hiburan, hidup yang penting dinikmatin. Lagian, manusia hidup cuma beberapa puluh tahun, ya harus dijalanin dengan senang dong.""Ya, ya, kamu benar banget." Renee mengangguk mengiakan.Sebenarnya dia cukup iri pada Michela. Meskipun kondisi keluarganya biasa saja, dia punya orang tua dan kakak yang sayang padanya, tidak pernah dipaksa melakukan hal yang dia tidak mau. Jika sedang semangat, dia akan kerja. Jika sedang malas, dia tinggal bersantai di rumah. Yang pen
Read more