Namun tak lama kemudian, dia kembali merasa gelisah. Dia ingin memeluk Renji erat-erat, tetapi takut malah mengejutkannya.Sambil menahan napas, Renee pun memanggil, "Renji."Renji menoleh ke arahnya sekilas, lalu segera menunduk kembali dan terus bermain dengan boneka kecil di tangannya.Sudah seminggu tak bertemu, anak kecil itu kembali merasa asing dengannya. Kalau Renee tidak salah ingat, boneka kecil di tangan Renji itu adalah hadiah dari Nissa.Renee merasa agak sedih. Dia berjalan mendekat, lalu berjongkok di depannya, mengusap puncak kepalanya dengan lembut. "Renji, Mama sangat merindukanmu. Kamu baik-baik saja? Ada yang mengganggumu?"Renji menatapnya, menyahut dengan suara kekanak-kanakan, "Mama Nissa akan melindungi Renji."Hati Renee menegang. Anak yang susah payah dia bujuk kembali itu, kini malah kembali menyukai Nissa. Harus diakui, Nissa memang sangat pandai mengambil hati orang. Hanya saja, entah cara apa yang sebenarnya dia gunakan?"Renji, Mama peluk sebentar boleh?"
Baca selengkapnya