Arvin tidak berkata apa-apa, lalu mengangkat Embul dari tubuh Renji."Embul itu anjing, bukan manusia. Dia nggak bisa memanggang dendeng.""Tapi Renji ingin makan dendeng.""Nanti kalau Mama sudah pulang, Mama yang buatkan."Tahu anak itu pasti akan bertanya kapan ibunya pulang, dia langsung menambahkan, "Mama akan pulang setelah pekerjaannya selesai.""Sudah, sekarang ke sini makan sarapan." Dia menggandeng Renji menuju meja makan.Tiba-tiba bel pintu berbunyi. Biasanya di Vila Panorama memang tidak ada tamu, hanya pengantar barang, buah, atau staf lainnya. Karena itu, Arvin dan Renji tidak terlalu memedulikannya.Arvin mengangkat Renji ke kursi makan, lalu menyendokkan semangkuk bubur udang segar untuknya. Dari luar terdengar suara Deeva, "Sudah kuduga, Arvin pasti belum berangkat ke kantor sepagi ini."Gina tertawa kaku. "Bu Deeva, Ibu sudah buat janji dengan Tuan sebelumnya? Tuan nggak suka ada orang luar datang ke Vila Panorama.""Dulu Nissa juga datang sesuka hati. Arvin nggak te
Read more