Dengan santai, dia menyerahkan buket bunga itu kepada kepala pelayan di sampingnya, lalu berkata tanpa ekspresi, "Paman Hendy, akhir-akhir ini kamu sudah bekerja keras. Ini untukmu."Hendy, pria tua yang usianya sudah lewat 50 tahun itu, tiba-tiba mendapat sebuket besar bunga. Merasa terkejut sekaligus tersanjung, dia membelalakkan matanya."Tuan Arvin ... memberikannya untukku?""Ya, untukmu." Arvin menambahkan, "Oh ya, malam ini aku dan istriku akan keluar makan. Tolong suruh seseorang antar Michela pulang.""Baik." Kepala pelayan itu pun turun sambil memeluk buket mawar merah tersebut.Renee segera berjalan mendekat. "Boleh nggak Michela tinggal beberapa hari di sini? Dia perempuan, nggak aman kalau tinggal sendirian di hotel.""Nggak boleh." Arvin berkata dengan dingin, "Menurutku dia cukup hebat, nggak ada yang bisa mengganggunya.""Arvin ....""Sudah, jangan bicara lagi." Arvin menggenggam tangan kecilnya dengan lembut. "Ayo, kita keluar makan. Rayakan kamu keluar dari rumah saki
Baca selengkapnya