Hari yang Mei Lin tunggu tiba. Senin pagi, suasana rumah Zhang Yichen lebih ramai dari biasanya.Bukan karena tamu, tetapi karena satu perempuan tengil sedang sibuk memilih baju."Ini terlalu resmi," gumam Mei Lin sambil memegang blazer hitam di depan cermin."Kalau ini terlalu imut. Kalau ini … duh, kenapa semua bajuku kayak mau ke fashion week?!" lanjutnya. Dari sofa, Zhang Yichen yang sudah siap dengan jas abu-abu duduk santai, menyeruput kopi sambil membaca koran. Ia hanya mengangkat alis setiap kali Mei Lin keluar dari walk-in closet dengan pakaian berbeda."Mei Lin," katanya datar, tanpa menurunkan koran. "Ini bukan red carpet. Kau akan bicara di kampus, bukan di Met Gala."Mei Lin menatapnya kesal. "Kau gak ngerti, kan? Dosen-dosenku itu kritis banget. Kalau aku salah pakai baju, mereka bisa terus bahas.""Kalau begitu," kata Zhang Yichen sambil melipat korannya, "pakailah sesuatu yang menunjukkan dirimu. Tengil, tapi terdidik."Mei Lin terdiam sejenak. "Kau baru saja memuji
Last Updated : 2026-01-12 Read more